Waspada, Berikut 4 Gejala Baby Blues Yang Bunda Wajib Tahu

1 min read

Gejala Baby Blues Yang Bunda Wajib Tahu

Lahirnya si kecil ke dunia adalah momen membahagiakan untuk kedua orang tua dan orang di sekitarnya. Sayangnya sebagian besar ibu justru mengalami sindrom postpartum blues pasca bersalin. Setidaknya ada beberapa gejala baby blues yang mulai terlihat ketika usai si kecil menginjak 1 minggu pertama. Untuk mengetahuinya lebih dalam, silahkan simak ulasan berikut.

Gejala Postpartum Pada Ibu Pasca Melahirkan

Kesulitan untuk Tidur

Gejala umum ketika seorang ibu terkena postpartum blues adalah kesulitan untuk beristirahat meski sejenak. Sebab bayi yang baru saja lahir ke dunia, umumnya tidak ingin lepas dari pelukan sang ibu meski hanya sebentar saja. Alhasil banyak dari wanita yang memilih untuk menyusui si kecil sambil tiduran, sebagai cara jitu untuk beristirahat tanpa melalaikan tugas utamanya.

Sayangnya tiduran sambil menyusui bukanlah hal mudah bagi ibu pasca melahirkan, terutama mereka yang melewati prosesi operasi c section. Luka sobek untuk mengeluarkan bayi yang masih belum kering seutuhnya, menambah rasa sakit bahkan ketika berganti posisi menyusui dari kanan ke kiri. Ada rasa sakit yang harus ditahan, berhasil membuat sang ibu tetap terjaga.

Demi meringankan gejala baby blues tersebut, bunda bisa melakukan pumping ASI menggunakan botol atau cup feeder. ASI yang sudah dikumpulkan dapat disimpan di tempat yang sejuk, dan siap diberikan ketika ingin beristirahat. Alhasil pasangan tidak perlu membangunkan Anda dari tidur nyenyak ketika si kecil ingin menyusui.

Mudah Kesal

Mudah kesal termasuk salah satu gejala yang menandakan seorang ibu tengah terkena sindrom postpartum blues. Rasa kesal bahkan dapat muncul karena hal sepele, sehingga pasangan dan keluarga harus menjaga perkataan agar tidak menyinggung perasaan sang ibu. Rasa kesal pun semakin menjadi jadi ketika si kecil tidak berhenti menangis akibat kolik.

Kondisi ini diperparah ketika sang ibu harus ditinggalkan sendiri di rumah tanpa ada yang membantunya. Alhasil semua pekerjaan rumah harus tetap terselesaikan, sembari mengasuh si kecil yang tidak berhenti menangis sejak tadi meski telah digendong dan diayunkan pelan. Jika kondisi ini terus berlanjut, tentu saja sang ibu merasa tidak sabaran dan lebih cepat kesal.

Tidak Mempedulikan Si Kecil

Tidak Mempedulikan Si Kecil

Pernahkah Anda mendapati kasus seorang ibu yang tidak ingin memperdulikan sang buah hati tercintanya pasca melahirkan ? Fenomena ini merupakan gejala baby blues tingkat tinggi, karena dirinya sudah tidak tahan mendengar tangisan bayi yang tak kunjung reda. Merasa lelah, akhirnya sang ibu hanya membiarkan tangisannya reda sendiri tanpa berusaha menenangkannya.

Menyadari munculnya gejala tersebut, tampaknya sang ibu memerlukan bantuan dari pasangan maupun keluarga tercintanya untuk mengurus bayi tercintanya. Pengertian rasa lelah dan keluh kesan dari sang istri harus dipahami, karena kondisi ini akan sangat membahayakan jika tidak mendapatkan penanganan segera.

Menangis Tanpa Sebab

Sebagian para ibu merasa ingin menangis mendadak tanpa diketahui sebabnya, yang merupakan pertanda gejala baby blues. Umumnya rasa ingin menangis berasal dari perasaan bersalah karena menganggap dirinya gagal menjadi seorang ibu. Perasaan bersalah yang diselingi rasa lelah, berhasil menurunkan air mata yang menandakan bahwa dirinya butuh ditenangkan.

Menjadi orang tua bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab seorang wanita memiliki tanggung jawab untuk mengasuh anaknya bersama pasangannya sembari melakukan tugas sebagai seorang istri. Jika terlalu memaksakan diri, kemungkinan bunda akan merasa gejala postpartum mulai dari kelelahan berlebih hingga ingin menangis di saat tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *