Tidak Perlu Takut, Berikut Tips Menangani Baby Blues Dalam Islam

2 min read

Menangani Baby Blues Dalam Islam

Berita kehamilan merupakan momen tidak terlupakan oleh pasangan. Meski banyak sekali rintangan yang harus dilalui selama masa kehamilan, tentu saja kehadiran sosok mungil di tengah keluarga telah ditunggu sekian lama. Sayangnya momen lahirnya si kecil justru membuat si ibu merasa sedih dan frustasi akibat postpartum blues. Berikut tips mengatasi baby blues dalam Islam.

Tips Menangani Postpartum Blues Menurut Pandangan Agama Islam

Memperkuat Iman

Berdasarkan data yang berhasil didapatkan dari channel Youtube Al Bahjah TV, dapat diketahui bahwa kurangnya iman merupakan salah satu penyebab terjadinya postpartum blues. Ketika kondisi ini terjadi, tentu saja sang ibu membutuhkan pasangan serta keluarga tersayangnya untuk menjalani masa masa tersebut.

Rasa lelah fisik dan batin yang terus menumpuk, perubahan hormon, hingga rasa khawatir berlebih tidak dapat mengasuh si kecil dengan baik, merupakan salah satu penyebab munculnya postpartum blues. Apabila sang ibu tidak mendapatkan penanganan, ada kemungkinan kondisinya akan semakin parah hingga terjadi depresi.

Banyak sekali faktor mengapa postpartum blues berubah menjadi depresi. Salah satunya karena pasangan ingin memiliki anak laki laki, namun bayi yang dilahirkan sang ibu justru berkelamin perempuan. Alhasil pasangan tidak peduli terhadap sang istri dan juga anaknya, karena merasa jengkel karena keinginannya tidak bisa terwujud.

Di dalam kesempatan tersebut, setan mulai membisikkan kalimat yang membuat iman si ibu mulai goyah. Padahal Islam sendiri mengajarkan bahwa anak merupakan titipan dari Allah yang harus dijaga dan dirawat agar tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah. Oleh karenanya, Anda harus memahami tips menangani baby blues dalam Islam.

Berdasarkan penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan tidak ada yang membedakan antara laki laki maupun perempuan karena semua itu merupakan titipan dari Sang Penguasa Alam. Dengan kata lain, iman merupakan kunci yang wajib dipegang di dalam diri seorang wanita sekaligus seorang ibu agar tidak melakukan hal keji di luar nalar.

Menjalankan Peran Sebagai Suami Bertanggung Jawab

Suami Bertanggung Jawab

Perlu diingatkan bahwa mengasuh anak bukanlah tugas dari wanita saja, sebab ayah juga memegang peranan penting bagi tumbuh kembangnya. Bahkan seorang pria yang telah berstatus sebagai keluarga, harus bisa mengontrol ego dan emosinya dengan baik. Sebab mengandung dan melahirkan bukan hal yang mudah.

Jika anak yang dilahirkan tidak sesuai dengan keinginan, tentu dirinya harus berlapang dada karena semua itu merupakan anugerah yang diberikan Allah melalui sang istri. Inilah mengapa suami tidak boleh marah hingga membentak sang istri, hanya karena keinginannya tidak dapat dipenuhi.

Menjadi seorang kepala keluarga juga bukan hal yang ringan, karena pundaknya memiliki tanggung jawab besar terhadap anggota keluarganya. Jika pondasi seorang ayah saja runtuh, seluruh anggota keluarga juga ikut goyah. Dengan memberikan segenap cinta dan kasih sayang kepada sang istri usai bersalin, merupakan tips mengatasi baby blues dalam Islam yang perlu diterapkan.

Bahkan senyuman dan kalimat sederhana seperti terima kasih saja sudah berhasil menenangkan sekaligus memberi semangat bagi sang istri yang telah berjuang. Oleh karenanya berikan kasih sayang utuh kepada istri dan darah dagingmu, dan tidak lupa untuk membesarkan hati jika ingin menjadi seorang suami yang bertanggung jawab.

Memberikan Bantuan

Saat mengandung hingga melahirkan, seorang wanita harus melalui masa masa yang cukup berat akibat perubahan hormon yang cukup signifikan. Pasca melahirkan pun, rasa lelah terus menumpuk karena dirinya kini memiliki tanggung jawab untuk mengasuh sekaligus melakukan tugas utama sebagai seorang istri yang sholehah.

Tentu saja melakukan semua pekerjaan sendirian bukanlah hal mudah dilakukan. Melihat perjuangan yang begitu besar bagi keluarganya, tentu saja suami tidak boleh mengacuhkan sang istri begitu saja. Bantulah beberapa pekerjaannya untuk meringankan bebannya, dan sesekali ikut mengasuh si kecil yang turut masuk sebagai salah satu penanganan baby blues dalam Islam.

Hingga detik ini, sindrom postpartum blues masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para ibu baru. Akibat perubahan hormon signifikan, seringkali membuat para ibu tidak dapat mengontrol emosinya sendiri. Bahkan dalam beberapa kasus, terjadi penganiayaan terhadap darah dagingnya sendiri. Oleh karenanya, pasangan dan keluarga memegang peranan penting bagi sang ibu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *