Mengintip Ciri Ciri Baby Blues Saat Hamil Yang Perlu Anda Ketahui

2 min read

Ciri Ciri Baby Blues Saat Hamil

Selama ini masyarakat hanya berpikiran bahwa postpartum blues hanya terjadi kepada wanita yang baru saja melahirkan. Namun siapa sangka jika wanita yang menjalani masa kehamilan juga bisa terkena sindrom satu ini. Bahkan dalam tulisan jurnal tentang baby blues, kondisi ini dimunculkan dengan beberapa ciri. Berikut ulasannya.

Ciri Ciri Seorang Wanita Hamil Mengalami Pre Baby Blues

Kesulitan Untuk Tidur

Semakin bertambah usia kandungan, perut akan semakin membesar karena bayi yang tengah dikandung semakin bertambah besar dan berat. Bahkan beberapa bagian tubuh sang ibu terlihat berubah, yang menandakan bahwa dirinya tengah mempersiapkan diri untuk bersalin. Namun siapa sangka jika perubahan bentuk tubuh inilah yang menjadi salah satu penyebab ibu kesulitan tidur.

Kondisi ini terjadi karena sang ibu mulai kesulitan menemukan posisi yang pas untuk sekedar berbaring sejenak. Merasa kurang nyaman, alhasil memejamkan mata hingga tertidur pulas terasa sangat sulit dilakukan. Alhasil dirinya membutuhkan beberapa bantal tambahan untuk menyangga perut dan bagian tubuh lainnya.

Perut yang semakin membuncit juga dapat membatasi pergerakan sang ibu untuk sekedar berpindah dari arah ke kanan menuju ke arah kiri dan sebaliknya. Gusar tidak mendapatkan posisi yang pas berujung menghilangnya rasa kantuk. Dalam jurnal tentang baby blues, sebenarnya kondisi ini normal terjadi terutama mendekati masa persalinan.

Cemas Berlebihan

Rasa cemas berlebih juga bisa menjadi pertanda seorang ibu terkena pre baby blues. Munculnya rasa cemas dapat diakibatkan beberapa faktor, salah satunya perubahan fisik yang cukup signifikan atau kenaikan berat badan yang drastis. Sebenarnya kondisi tersebut sangat normal terjadi, namun sebagian wanita yang menjadi calon ibu baru masih merasa syok akan perubahan tersebut.

Rasa cemas juga bisa terjadi akibat kesiapan mental yang belum seutuhnya menginginkan adanya bayi hadir di tengah kehidupannya. Umumnya kecemasan akan semakin bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan. Kecemasan ini terjadi akibat munculnya pikiran jika dirinya tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi si kecil.

Munculnya pikiran seperti sulitnya proses persalinan hingga mengancam keselamatan keduanya terus terbayang bayang di pikiran, termasuk salah satu ciri seorang wanita hamil terkena pre baby blues. Apabila rasa cemas kembali hadir dan mengusik pikiran, tentu saja sang ibu membutuhkan dukungan tulus dari pasangan maupun keluarganya.

Nafsu Makan Berkurang

Nafsu Makan Berkurang

Menurut jurnal tentang baby blues, para ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman sehat dan kaya akan gizi sebagai rekomendasinya. Bahkan sang ibu akan diminta mengkonsumsi makanan sedikit lebih banyak dibandingkan biasanya, karena semua nutrisi nantinya akan dibagi dengan si kecil yang berada di dalam kandungan.

Jika semua kebutuhan si kecil terpenuhi, tentu sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya sebelum siap dilahirkan. Meski mengetahui pentingnya mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi, sayangnya nafsu makan yang terus menurun kerap menjadi tantangan tersendiri bagi sang ibu. Penurunan nafsu makan dapat terjadi akibat rasa mual ketika mencium aroma makanan.

Perubahan fisik juga bisa menjadi penyebab sang ibu merasa enggan untuk sekedar makan. Ditambah lagi dengan perasaan cemas dan kelelahan fisik, membuatnya merasa makan tidak lagi diperlukan. Tentu saja kondisi ini akan sangat beresiko baik sang ibu maupun sang jabang bayi, sebab penurunan nafsu makan juga dapat mempengaruhi proses persalinan.

Emosi Tidak Stabil

Emosi tidak stabil tidak hanya terjadi kepada wanita pasca melahirkan saja, karena kondisi ini juga terjadi pada ibu yang sedang mengandung. Perubahan emosi mendadak disebabkan oleh perubahan hormon yang berhasil meluruhkan air mata sang ibu tanpa ada penyebab, atau perasaan cemas dan sedih dalam satu waktu tanpa diduga.

Emosi yang tidak dapat dikendalikan inilah yang menimbulkan reaksi seperti mudah tersinggung, menangis tanpa sebab, mudah marah, cepat lelah hingga cemas berlebihan. Dalam jurnal tentang baby blues bahkan dijelaskan jika kehadiran dan pemberian semangat dari pasangan dan lingkungan sangat dibutuhkan.

Perlu diketahui bahwa gejala postpartum blues sebenarnya sudah muncul sejak kehamilan, akibat adanya perubahan hormon ketika hamil dan pasca melahirkan. Sehingga, para suami tidak perlu heran jika terjadi perubahan sikap dan perilaku san istri secara mendadak. Mengenal ciri ciri postpartum sejak dini, membantu Anda untuk mengatasinya dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *