Mengintip 3 Tingkatan Gangguan yang Dapat Terjadi pada Periode Postpartum

2 min read

3 Tingkatan Gangguan yang Dapat Terjadi pada Periode Postpartum

Pada jurnal postpartum pdf yang banyak beredar dan dipublikasikan, terlihat bahwa pada periode postpartum seseorang berpotensi mengalami beberapa gangguan mental. Postpartum sendiri merupakan masa nifas setelah melahirkan, dihitung sejak bayi lahir hingga 6 minggu setelah proses kelahiran tersebut. Berikut tingkatan gangguan yang bisa terjadi selama masa ini.

Tingkatan Gangguan Pasca Melahirkan

Postpartum Distress

Postpartum distress bisa juga disebut sebagai postpartum blues, atau lebih dikenal dengan istilah baby blues oleh khalayak umum. Baby blues ini merupakan gangguan dengan tingkatan pertama yang bisa terjadi pada wanita pasca melahirkan. Bahkan disebutkan bahwa hampir 80 persen wanita di dunia pernah mengalami sindrom tersebut.

Kondisi dari postpartum distres menyebabkan seseorang menjadi lebih mudah sedih, menangis tanpa sebab yang jelas, lelah, mudah gelisah, sulit berkonsentrasi, dan mudah marah. Meski terlihat sepele dan bisa dibilang termasuk gangguan yang ringan, namun sindrom ini bisa berdampak negatif baik bagi ibu maupun bayinya bila tidak segera ditangani.

Baby blues sendiri menurut jurnal postpartum pdf, memiliki beberapa penyebab yang melatarbelakanginya. Seperti perubahan hormon yang terjadi cukup drastis setelah melahirkan, kurang tidur, tidak adanya dukungan sosial, hubungan yang tidak baik dengan pasangan, dan kesulitan beradaptasi terhadap peran dan tanggung jawab yang baru.

Sindrom baby blues ini lebih rentan dialami oleh ibu primipara, yaitu seseorang yang baru pertama kali melahirkan. Terlebih bila usianya belum matang atau masih berada pada usia labil, maka kurangnya persiapan bisa membuat seseorang lebih besar resikonya mengalami postpartum blues. Akan tetapi baby blues syndrome bisa dilakukan penanganan sendiri di rumah.

Postpartum Depression

Postpartum Depression

Satu tingkat di atas postpartum distress, ada postpartum depression yang memiliki gejala lebih parah dari baby blues. Masalah ini disebut dapat mempengaruhi sekitar 13 persen wanita di dunia, bahkan pada negara berkembang bisa mencapai angka 19,8 persen. Dimana kondisi ini sering terjadi pada 3 hingga 6 bulan setelah si kecil lahir.

Gejala dari postpartum depression atau PPD ini juga bisa terjadi pada awal kehamilan, dan memiliki ciri yang lebih parah dan lebih lama bila dibandingkan dengan baby blues. Beberapa ciri khusus dari postpartum depression diantaranya merasa rendah diri, menarik diri dari keluarga dan teman, kehilangan minat pada hal yang disukai, merasa gelisah, dan mudah marah.

Beberapa orang dengan gejala yang lebih parah bahkan berpikir untuk melukai diri atau bayinya. Penyebab dari postpartum depression bila menurut jurnal postpartum pdf, juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon. Memang setelah proses persalinan, kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh akan menurun secara drastis.

Hal tersebut bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan emosi yang tiba tiba (mood swing). Selain itu beberapa faktor lain yang menyebabkan kondisi ini yaitu pernah menderita depresi sebelumnya, menderita gangguan bipolar, menyalahgunakan NAPZA, hamil di usia muda, serta ada anggota keluarga yang menderita depresi.

Postpartum Psikosis

Tingkatan terakhir yaitu postpartum psikosis, yang bisa saja dialami oleh wanita setelah melahirkan. Postpartum psikosis sendiri merupakan gangguan mental yang serius, dan bisa terjadi setelah beberapa hari atau minggu pasca persalinan. Untuk tingkatan ini, memang hanya kisaran satu hingga dua orang yang mengalami dari jumlah populasi.

Meski demikian, anda tidak boleh menganggap remeh gangguan mental satu ini. Karena berbeda dengan baby blues atau depresi pasca melahirkan, yang dapat hilang sendiri dan ditangani di rumah. Psikosis bisa menetap dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dan terpadu. Dan kembali pulih dari kondisi tersebut tidak bisa ditentukan dengan pasti.

Gejala gejala yang dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan mental ini diantaranya perubahan mood yang ekstrim, merasa terputus dari kenyataan, mendengar suara dan melihat hal hal yang tidak ada atau halusinasi, mengalami delusi atau percaya hal yang tidak logis, merasa bingung bahkan tidak mengenali bayinya atau keluarga, dan lain sebagainya.

Menurut jurnal postpartum pdf, apabila anda menemukan seseorang dengan gejala seperti itu maka segera cari bantuan ke dokter atau psikolog. Biasanya dokter akan memberikan obat antidepresan atau antipsikotik untuk meringankan gejala. Dalam waktu tersebut sebaiknya pisahkan si kecil, agar hal hal yang tidak diinginkan terjadi.

Orang yang mengalami depresi atau gangguan mental, memang tidak bisa diperkirakan tindak tanduknya. Beberapa bahkan bisa melakukan sesuatu di luar nalar, yang tidak mungkin dilakukannya saat dalam kondisi normal. Meski ada juga tingkatan depresi yang ringan, namun semua jenis depresi sebaiknya segera ditangani agar tidak berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *