Mengenal Teori Motivasi Abraham Maslow yang Dikenal Sebagai Hierarki Kebutuhan

2 min read

Teori Motivasi Abraham Maslow Hierarki Kebutuhan

Seorang psikolog asal Amerika yang menjadi pelopor aliran psikologi humanistik, yaitu Abraham Maslow mengeluarkan sebuah teori yang dikenal sebagai hierarki kebutuhan. Menurutnya perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh motivasi, agar dapat diarahkan untuk mencapai tujuan. Berikut teori motivasi Abraham Maslow yang digambarkan dalam piramida.

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan Fisiologis

Pada tingkatan pertama, yang terletak di paling dasar piramida hierarki kebutuhan Maslow yaitu kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis ini merupakan kebutuhan dasar seseorang yang mendesak pemenuhannya, karena berkaitan dengan kelangsungan hidup individu. Secara garis besar, physiological needs meliputi sandang, pangan, dan papan.

Oleh sebab itu kebutuhan ini diletakkan pada bagian dasar piramida, sebab jika tidak terpenuhi atau belum terpuaskan maka seorang individu tidak akan tergerak untuk berusaha melakukan pemuasan kebutuhan lainnya. Selain itu kebutuhan fisiologis juga meliputi kebutuhan istirahat dan kebutuhan seksual atau seks.

Kebutuhan Keamanan

Selanjutnya ada kebutuhan akan keamanan yang termasuk dalam teori motivasi Abraham Maslow. Kebutuhan ini akan berusaha dicapai apabila kebutuhan fisiologis sudah terpenuhi secukupnya. Keamanan yang dimaksud meliputi stabilitas, proteksi, struktur hukum, keteraturan, serta kebebasan dari rasa takut dan cemas.

Kebutuhan keamanan ini bahkan disebut sebut sudah muncul sejak bayi, yang digambarkan dalam bentuk menangis dan berteriak ketakutan apabila terjadi perlakukan kasar yang dirasa sebagai sumber bahaya. Sedangkan pada masa dewasa, kebutuhan rasa aman ini bisa muncul dalam berbagai bentuk seperti kebutuhan pekerjaan serta gaji dan lain sebagainya.

Kebutuhan Dimiliki dan Cinta

Kebutuhan Dimiliki dan Cinta

Setelah kebutuhan fisiologis dan keamanan sudah tercukupi, kebutuhan akan cinta, rasa dimiliki atau menjadi bagian dari suatu kelompok menjadi tujuan yang dominan. Bahkan kebutuhan satu ini terus menjadi hal penting sepanjang hidup, karena individu sebagai makhluk sosial sangat peka dengan kesendirian, pengasingan, dan kehilangan cinta atau sahabat.

Menurut Maslow, dicintai serta diterima merupakan jalan menuju perasaan yang sehat dan berharga. Sebaliknya tanpa adanya cinta tersebut maka seseorang akan merasa kosong, kemarahan, dan menimbulkan kesia siaan. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi dengan baik, bisa menjadi sebab dari hampir semua bentuk psikopatologi.

Maslow juga menjabarkan terdapat dua jenis cinta, yakni deficiency atau D-love dan being atau B-love. D-love merupakan kebutuhan cinta karena kekurangan, dimana seseorang mencintai sesuatu yang tidak dimiliki oleh diri seperti seks atau harga diri. Sementara B-love adalah cinta yang tidak berniat memiliki, memanfaatkan, atau mempengaruhi.

Kebutuhan Harga Diri

Kebutuhan harga diri menjadi tingkat selanjutnya pada teori motivasi Abraham Maslow. Maslow menggambarkan bahwa seseorang bisa termotivasi untuk melakukan suatu tindakan, untuk memenuhi kebutuhan akan harga diri ini. Kepuasan kebutuhan harga diri tersebut bisa menimbulkan perasaan serta sikap percaya diri, dan perasaan berguna di dunia.

Terdapat dua jenis harga diri yang dimaksud yaitu pertama self respect atau menghargai diri sendiri, dan respect from others atau mendapat penghargaan dari orang lain. Self respect meliputi penguasaan, kompetensi, kepercayaan diri, kebebasan, dan kemandirian. Sedangkan respect from others mencakup menjadi orang penting, ketenaran, apresiasi, dan lain sebagainya.

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Apabila semua kebutuhan sebelumnya sudah terpenuhi, muncul sebuah kebutuhan meta atau kebutuhan aktualisasi diri. Aktualisasi diri ini merupakan keinginan untuk memperoleh kepuasan dengan dirinya sendiri, untuk menyadari semua potensi yang dimiliki, untuk menjadi apa saja yang bisa dilakukan, dan untuk menjadi kreatif serta bebas mencapai puncak prestasi.

Jika empat kebutuhan sebelumnya ada karena kekurangan yang ada pada diri, maka kebutuhan meta atau aktualisasi diri ini terjadi karena ingin berkembang. Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan dasar pada tingkat sebelumnya berisikan kebutuhan konatif, sementara kebutuhan meta ini berisikan kebutuhan kognitif dan estetik.

Jadi seseorang akan termotivasi untuk berubah, berkembang, ingin mengalami transformasi menjadi lebih bermakna bila kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Individu yang berhasil mencapai tingkat atas piramida ini menjadi manusia yang utuh, memperoleh kebutuhan yang bahkan tidak disadari oleh orang lain. Itulah piramida tertinggi dari teori motivasi Abraham Maslow.

Abraham Maslow melakukan penyusunan mengenai teori motivasi manusia, dimana variasi kebutuhannya dipandang tersusun dalam bentuk hierarki. Jadi setiap jenjang kebutuhan dapat terpenuhi apabila jenjang sebelumnya relatif sudah terpuaskan. Dan jenjang tertinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri, yang juga dipandang sebagai tujuan ideal dari kehidupan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *