Mengenal Perbedaan Softskill dan Hardskill yang Wajib Anda Tahu!

2 min read

Perbedaan Softskill dan Hardskill

Selain pengalaman kerja, hal krusial lainnya yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam memilih calon pegawai yaitu skill yang dimiliki. Skill sendiri biasanya dibagi ke dalam dua jenis, yaitu softskill dan hardskill. Kedua skill ini menjadi wajib untuk disematkan dalam cv atau resume, untuk menambah nilai anda. Lantas apa perbedaan softskill dan hardskill ? Simak penjelasan berikut.

Pengertian Softskill dan Hardskill

Softskill merupakan atribut personal, atau bisa juga dibilang sebagai kepribadian bawaan seseorang yang digunakan dan dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan. Akan lebih baik bila softskill yang anda miliki dapat memperlihatkan bagaimana anda berinteraksi, dengan lingkungan sekitar. Meski termasuk bawaan dari dalam diri, softskill juga bisa dilatih.

Misalnya anda dapat melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar, sehingga hal tersebut berimbas pada softskill yang dimiliki. Sementara itu hardskill adalah sebuah kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pekerjaan. Hardskill sendiri biasanya sudah tertulis rinci di kolom sebuah lowongan pekerjaan.

Secara sederhananya, hard skill adalah kemampuan yang anda miliki atas hasil dari edukasi formal. Seperti perkuliahan, kelas online, magang, pelatihan, training di perusahaan, program sertifikasi, dan lain sebagainya. Dari pengertian mengenai keduanya, tentu anda sudah mengetahui perbedaan softskill dan hardskill.

Perbedaan Antara Softskill dan Hardskill

Untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan antara softskill dan hardskill, setidaknya terdapat 4 pembeda yang bisa anda perhatikan. Pertama yaitu berdasarkan asal muasal pembagiannya, softskill seseorang dilihat dari besarnya EQ sementara hardskill dilihat dari besarnya jumlah IQ yang dimiliki. Dimana IQ adalah kecerdasan intelektual, dan EQ adalah kecerdasan emosional.

Perbedaan kedua antara softskill dan hardskill terletak pada sifat dan pembuktiannya. Dimana hardskill yang sifatnya lebih objektif, karena dapat dibuktikan melalui sertifikat tertulis. Sedangkan untuk softskill sifatnya sangat subjektif, karena ditentukan oleh diri sendiri. Jadi saat menulis keterampilan non teknis ini di cv, anda sendiri yang harus memperkirakannya.

Selain itu antara softskill dan hardskill juga berbeda pada kaitan eratnya. Karena softskill lebih pada keahlian anda yang berkaitan dengan kepribadian, sementara hardskill lebih pada pekerjaan teknis saat anda bekerja. Jadi jika anda ingin melamar di perusahaan sebagai seorang accounting, maka anda memang harus paham mengenai pembukuan dan lain sebagainya.

Perbedaan softskill dan hardskill juga bisa dilihat dari peruntukan dominan pekerjaannya. Karena biasanya keterampilan teknis (hardskill), lebih banyak digunakan bagi mereka yang bekerja di belakang layar. Sedangkan keterampilan non teknis (softskill), lebih sering digunakan bagi mereka yang mempunyai tugas untuk bertemu klien atau pekerjaan lapangan.

Contoh Keterampilan Non Teknis

Contoh Keterampilan Non Teknis

Keterampilan non teknis, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan atribut bawaan dari dalam diri. Beberapa contoh keterampilan ini yang banyak dicari oleh perusahaan diantaranya kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, kepemimpinan, kerja sama tim, dan juga etos kerja. Aspek aspek keterampilan non teknis tersebut yang biasanya ditambahkan dalam cv.

Kemampuan berkomunikasi sendiri semakin banyak dituntut oleh berbagai perusahaan, pasalnya aspek ini juga meliputi kemampuan bernegosiasi, kemampuan persuasi, kelancaran presentasi, berbicara di depan umum, kemampuan menggunakan komunikasi non verbal dan membaca tubuh dari lawan bicara, yang semuanya memang sangat berkaitan erat dengan dunia kerja.

Contoh Keterampilan Teknis

Jika sudah mengetahui contoh dari keterampilan teknis, tentu anda juga perlu mengetahui contoh dari keterampilan teknis ini. Sesuai dengan definisinya, keterampilan teknis adalah kemampuan spesifik yang harus dimiliki oleh seseorang dalam suatu pekerjaan tertentu. Hardskill ini wajib untuk dimasukkan ke dalam cv, agar perekrut bisa menjadikannya sebagai pertimbangan.

Contoh dari dari keterampilan teknis di antaranya akuntansi, programming komputer, menulis, menerjemahkan bahasa asing, desain web, dan masih banyak lagi lainnya. Keterampilan ini biasanya juga diukur dari seberapa baik anda dalam objek dari skill yang dikuasai. Berdasarkan contohnya, tentu anda sudah mengetahui perbedaan softskill dan hardskill ini.

Kedua keterampilan yang sudah dijelaskan di atas, sangat penting di dalam dunia kerja. Oleh sebab itu anda perlu mengetahui perbedaannya, dan jangan sampai salah ketika menuliskannya dalam curriculum vitae. Dari adanya hardskill dan softskill yang anda cantumkan, perusahaan bisa menggunakannya sebagai pertimbangan untuk merekrut anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *