Mengenal Ciri Ciri Serta Kasus Baby Blues Di Indonesia

2 min read

Baby Blues Di Indonesia

Berhasil melahirkan si kecil lahir ke dunia adalah sebuah anugerah bagi seorang wanita. Sayangnya hampir 80% ibu baru terkena sindrom postpartum blues, yang membuatnya mudah merasa sedih hingga kelelahan batin dan fisik. Bahkan sudah banyak kasus baby blues di Indonesia yang berakhir tragis. Oleh karenanya, penting mengenali ciri ciri postpartum sejak dini.

Kenali Ciri Ciri Baby Blues

Indonesia memiliki tradisi untuk mengunjungi anggota keluarga atau sahabat yang baru saja melahirkan. Selain menjenguk dan melihat si kecil yang baru saja lahir ke dunia, kita dapat memberikan semangat kepada wanita hebat yang baru saja menyandang status sebagai seorang ibu. Meski terkesan sepele, ternyata tradisi ini membawa dampak baik bagi sang ibu itu sendiri.

Sebab ibu baru umumnya merasa cemas berlebihan karena takut tidak dapat merawat si kecil dengan maksimal. Perasaan itu terus dirasakan hingga mengakibatkan depresi, yang tentu saja tidak baik bagi kondisi sang ibu. Sedangkan di lain sisi, tubuh sang ibu merasa lelah karena jam tidur terus berkurang karena menemani si kecil yang sering terbangun di seperempat malam.

Kerap begadang dan harus menyelesaikan pekerjaan rumah, seringkali membuat tubuh si ibu merasa kelelahan berlebih. Kondisi ini semakin parah ketika sang ibu terlalu memaksakan diri untuk bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan tangan dan usahanya sendiri. Rasa lelah yang tiada berujung tersebut, merupakan penyebab munculnya postpartum blues.

Jika Anda suka membaca portal berita, tentu tidak asing ketika mendengar beberapa kasus baby blues di Indonesia yang berujung tragis. Kondisi ini terjadi ketika sang ibu yang tengah kelelahan, membuatnya mudah marah dan sensitif dengan semua perkataan orang lain kepadanya. Perkataan sederhana dan masukan saja bisa berubah menjadi sebuah sindiran baginya.

Kondisi ini semakin bertambah parah ketika si kecil tidak mau berhenti menangis dan rewel meski berusaha ditenangkan. Dalam beberapa kasus, bahkan sang ibu ikut menangis di samping si kecil karena merasa gagal menjadi orang tua akibat tangisannya tak kunjung mereda. Sebenarnya kondisi tersebut telah menggambarnya ciri ciri seorang ibu terkena postpartum blues.

Lebih cepat marah dan kurang sabaran termasuk salah satu ciri seorang wanita terkena postpartum blues. Bahkan kondisi ini juga bisa terjadi kepada mereka yang memiliki sifat penyabar sekalipun. Menyadari perubahan sikap mendadak tersebut, tentu saja peran pasangan dan keluarga memegang peranan penting.

Usai melahirkan, sang ibu harus memberikan ASI sebagai asupan makan utama si kecil untuk pertama kalinya. Sayangnya dalam beberapa kasus baby blues di Indonesia, sang ibu justru kekurangan nafsu untuk sekedar makan makanan favoritnya. Padahal semua gizi dan vitamin yang terkandung di dalam makanan, nantinya disalurkan lewat ASI.

Jika ibu merasa tidak nafsu makan, secara tidak langsung si kecil akan kekurangan gizi dan vitamin yang dibutuhkannya. Oleh karenanya, pasangan dan keluarga harus bisa membujuk sang ibu untuk tetap mengkonsumsi makanan bergizi demi tumbuh kembang si kecil. Sebab kondisi ini merupakan ciri ciri postpartum blues yang perlu diwaspadai.

Beberapa kasus Postpartum Blues di Indonesia

kasus Postpartum Blues

Pada pertengahan tahun 2020 lalu, masyarakat Indonesia kembali digegerkan dengan berita duka terkait pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. Kasus yang terjadi di Kalimantan Barat ini, pertama kali terkuak ketika masyarakat sekitar menemukan mayat bayi di sebuah selokan yang ada di Desa Kerengas.

Mayat bayi mungil berusia 6 hingga 7 bulan tersebut dalam keadaan terluka pada bagian mulut dan pipi di sebelah kanan. Tidak lama usai penemuan mayat bayi, polisi berhasil menangkap seorang ibu sekaligus pelaku pembunuhan tersebut. Menurut keterangan pelaku, dirinya memang sengaja menyembunyikan berita kehamilannya.

Ketika si kecil lahir, dirinya kerap menyiksanya hingga berhasil merenggut nyawanya. Setelah memastikan jika sang bayi tidak bernyawa, barulah dirinya membuang darah dagingnya sendiri di parit. Tentu saja kasus baby blues di Indonesia ini bukanlah pertama kalinya terjadi, namun tetap saja berhasil menyayat hati masyarakat.

Perubahan hormon serta tanggung jawab yang bertambah, merupakan salah satu penyebab seorang wanita yang baru saja melahirkan kerap terkena sindrom postpartum blues. Kondisi ini umumnya terjadi terhitung beberapa hari usai bersalin dan akan menghilang seiring berjalannya waktu. Namun dalam beberapa kasus, postpartum blues justru dapat berubah menjadi depresi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *