Kenali Post Partum Psikosis, Kondisi Selain Baby Blues yang Muncul Pasca Melahirkan

2 min read

Post Partum Psikosis Pasca Melahirkan

Mungkin bagi khalayak umum, istilah post partum psikosis tidak setenar baby blues post partum. Keduanya merupakan gangguan yang rentan dialami oleh seorang wanita setelah proses persalinan. Namun untuk post partum psikosis, gangguan ini sangat jarang muncul bila dibandingkan dengan baby blues. Meski jarang, sikap tak acuh pada gangguan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Apa Itu Post Partum Psikosis ?

Post partum psikosis merupakan salah satu kondisi yang termasuk dalam masalah mental, dimana kondisi ini terjadi pada wanita pasca melahirkan. Masalah ini memang hanya muncul sekitar 0,1 atau 0,2 persen dari seluruh populasi, yang berarti kasusnya sangat jarang terjadi. Meski begitu anda tidak boleh langsung merasa aman dari ancaman gangguan tersebut.

Kemunculan dari kondisi post partum psikosis sebaiknya tidak boleh anda biarkan, karena bisa berujung serius. Alangkah lebih baiknya bila kondisi ini cepat terdeteksi dan ditangani dengan baik, agar nantinya tidak menjadi masalah yang lebih serius. Sebab perlu diingat bahwa post partum psikosis berbeda halnya dengan baby blues post partum yang lebih ringan.

Post partum psikosis adalah masalah mental yang bisa berkembang dengan tiba tiba, bahkan meski beberapa jam sebelumnya anda baik baik saja. Umumnya gejala dari masalah mental satu ini terjadi dalam beberapa hari atau minggu, usai proses melahirkan. Psikosis post partum juga dikenal dengan nama psikosis nifas atau psikosis pasca kelahiran.

Gejala yang muncul pada penderita psikosis di antara mudah tersinggung, masalah tidur, kecurigaan, mood swing yang parah, halusinasi, delusi, hiperaktivitas, bahkan beberapa ada yang mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Jelas terlihat bahwa gejala dari psikosis nifas ini jauh lebih parah bila dibandingkan kondisi gangguan lainnya setelah wanita melahirkan.

Apabila diurutkan dari gejala yang paling ringan, maka baby blues post partum berada di urutan pertama. Kemudian depresi post partum menempati urutan kedua, sementara psikosis post partum merupakan masalah mental yang memiliki gejala paling parah. Penderita dari kondisi ini umumnya mengalami kesulitan membedakan antara kenyataan dan imajinasi.

Gejala dari Psikosis Post partum

Gejala dari Psikosis Post partum

Gejala untuk psikosis pasca kelahiran ini sejatinya sangat bervariasi pada setiap wanita. Gejalanya sendiri bisa meliputi suasana hati yang mudah berubah, kebingungan, delusi, halusinasi, dan depresi. Namun awalnya anda bisa merasa sangat berenergi, senang dan gembira, atau tidak bisa tidur. Hingga kemudian beberapa saat setelahnya muncul gejala yang tidak wajar.

Bila dilihat secara sederhana dari gejala yang muncul, psikosis pasca kelahiran ini mirip dengan manic depression dan gangguan bipolar. Dimana gejala umum yang muncul antara lain perubahan mood ekstrim, mood manic, menunjukkan tanda depresi, percaya hal yang tidak logis, mendengar suara yang tidak ada, serta merasa bingung dan takut.

Penyebab Psikosis Postpartum

Penyebab dari psikosis pasca kelahiran tidak ada kaitannya dengan stres maupun hubungan intim dengan pasangan setelah melahirkan, yang biasanya menjadi faktor pada baby blues post partum atau depresi post partum. Pada psikosis postpartum, penyebabnya bisa jauh lebih kompleks. Hal itu yang menyebabkan masalah mental ini lebih jarang ditemukan terjadi.

Untuk psikosis postpartum, adanya faktor genetik atau riwayat keluarga yang pernah mengalami psikosis bisa menjadi penyebabnya. Selain itu perubahan kadar hormon serta pola tidur yang tidak beraturan, juga bisa turut andil sebagai salah satu faktor yang membuat masalah mental ini semakin parah. Penelitian mengenai penyebabnya masih terus dilakukan.

Cara Mengatasi Post Partum Psikosis

Apabila orang terdekat anda terlihat memiliki gejala gejala dari post partum psikosis ini, maka penting bagi anda untuk segera mencari pertolongan. Sebab kondisi dari masalah mental yang semakin parah bisa membuat orang tersebut melakukan hal yang tidak wajar, atau terpikirkan ketika dalam kondisi sehat.

Penanganan untuk psikosis postpartum bisa dilakukan dengan terapi psikologis, ECT atau terapi elektrokonvulsif, dan pemberian obat obatan. Pada terapi psikologis, dokter mungkin akan menyarankan untuk menjalani cognitive behavioral therapy sedangkan ECT adalah jenis stimulasi otak. Untuk penggunaan obat obatan, dokter akan meresepkan obat yang aman untuk ibu menyusui.

Penanganan masalah mental post partum psikosis memang tidak sesederhana pada baby blues. Dimana penanganan ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, atau hanya para ahli seperti dokter atau psikiater yang boleh melakukannya. Misalnya dengan cara pemberian obat obatan seperti antidepresan dan antipsikotik di bawah pengawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *