Kenali 5 Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum Pasca Melahirkan

2 min read

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum

Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah baby blues syndrome, fenomena ini bahkan sudah sering terjadi. Baby blues sendiri adalah gangguan psikologis yang dapat terjadi pada wanita pasca melahirkan. Namun tahukah anda bahwa sindrom tersebut berbeda dengan depresi setelah melahirkan ? Meski keduanya saling terkait, berikut perbedaan baby blues dan depresi postpartum.

Perbedaan Depresi Pasca Melahirkan dan Baby Blues Syndrome

Gejala

Perbedaan pertama antara baby blues syndrome (BBS) dan depresi pasca melahirkan terletak pada gejalanya. Pada wanita yang mengalami BBS, biasanya akan ditandai dengan perubahan emosi yang cukup signifikan setelah proses melahirkan. Perubahan ini bisa diidentifikasi dari naik turunnya emosi, misalnya mudah tersinggung, rasa sedih, serta stres ketika bayi lahir.

Sedangkan postpartum depression atau PPD mempunyai gejala yang lebih serius. Jika pada wanita yang mengalami baby blues akan mudah merasa cemas dan menangis, ketika dihadapkan pada bayinya. Maka PPD biasanya lebih ke gejala kehilangan nafsu makan atau bahkan makan menjadi berlebihan. Selain itu gejala PPD juga bisa ditandai dengan sering lelah meski sudah istirahat.

Kemunculan Gejala

Pada penelitian tentang postpartum distress atau baby blues, banyak yang menyebutkan bahwa gejala dari sindrom tersebut umumnya muncul mulai dari 2 hingga 3 hari setelah kelahiran si buah hati. Sementara itu gejala pada PPD biasanya akan terlihat di bulan kedua atau ketiga pasca melahirkan. Ini juga merupakan perbedaan baby blues dan depresi postpartum setelah melahirkan.

Meski begitu menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V atau lebih dikenal DSM V, yang merupakan panduan dalam menentukan diagnosis gangguan mental. Di sana disebutkan bahwa gejala dari postpartum depression bahkan bisa muncul sejak masa kehamilan seorang wanita, jadi gejala tersebut tidak hanya terjadi pasca melahirkan saja.

Durasi Gejala

Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum

Selain kemunculan gejala, durasi dari gejala yang muncul juga berbeda antara postpartum distress dan postpartum depression. Untuk BBS, biasanya para wanita hanya akan mengalaminya selama beberapa hari saja. Atau setidaknya paling lama sindrom ini akan bertahan hingga kurang lebih dua minggu. Hal ini berbeda dengan durasi gejala pada PPD.

Perbedaan baby blues dan depresi postpartum ada pada durasi gejalanya, sebab wanita yang mengalami PPD akan mendapat gejala dengan durasi minimal satu bulan, bahkan bisa bertahan hingga satu tahun pasca melahirkan. Oleh sebab itu, bila anda merasakan tanda gangguan psikologis lebih dari satu bulan. Maka ada baiknya segera diperiksakan ke dokter atau psikolog.

Tingkat Keparahan

Meski postpartum depression dan baby blues merupakan gangguan, namun penelitian menyebutkan bahwa hampir sekitar 80 persen wanita pasca melahirkan mengalami sindrom tersebut. Jadi bisa dikatakan bahwa gangguan postpartum distress ini masih dalam taraf yang wajar dan ringan, sebab tidak mengganggu kemampuan anda dalam mengasuh si kecil.

Berbeda halnya dengan PPD, yang gangguannya bisa dikatakan lebih serius. Gejala gejala pada PPD, membuat orang yang mengalaminya merasa rendah diri, tidak mampu menjadi ibu yang baik, bahkan ada juga yang sampai menghindari bayinya. Dengan kata lain postpartum depression berpengaruh serta menghalangi seorang wanita dalam mengasuh buah hatinya.

Penyebab

Perbedaan baby blues dan depresi postpartum yang terakhir terletak pada penyebab di baliknya. Untuk BBS, disebutkan bahwa wanita banyak yang mengalami sindrom ini karena perubahan fisiologis yang dialaminya setelah melahirkan buah hati. Lalu intensitas dari sindrom tersebut umumnya banyak dipengaruhi oleh faktor faktor psikologis.

Sementara itu pada postpartum depression, gangguan ini banyak dipengaruhi oleh faktor psikososial. Misalnya seperti stres berlebihan yang dialami oleh wanita ketika masa kehamilan, maupun pasca melahirkan. Stres yang dirasakan tersebut kemudian berkombinasi dengan situasi kehidupan yang sulit misalnya kesulitan ekonomi, perubahan hormon, dan lain sebagainya.

Dari pembahasan di atas, tentu anda sudah bisa menarik kesimpulan mengenai perbedaan antara baby blues syndrome dan postpartum depression. Keduanya bisa terjadi pada wanita setelah melahirkan, namun lebih banyak orang yang mengalami BBS ketimbang PPD. Selain itu gangguan PPD dinilai lebih serius, karena berpengaruh pada kemampuan dalam mengasuh bayinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *