Kenali 3 Ciri Syndrome Baby Blues Pada Ibu Pasca Melahirkan

2 min read

Ciri Syndrome Baby Blues Pada Ibu Pasca Melahirkan

Postpartum blues hingga kini masih menjadi topik hangat diperbincangkan masyarakat, terutama di kalangan para wanita yang baru saja melahirkan. Bahkan bukan hal yang asing ketika mendengar terjadinya kasus akibat syndrome baby blues pada ibu. Sebenarnya apa saja ciri ciri postpartum yang kerap dimunculkan oleh para ibu pasca melahirkan ? Berikut ulasannya.

Ciri Ciri Postpartum Blues Pada Ibu Pasca Melahirkan

Mudah Marah dan Tersinggung

Disadari atau tidak, seorang ibu yang tengah memasuki masa postpartum umumnya menjadi pribadi yang pemarah dan mudah tersinggung karena hal sepele sekalipun. Bahkan seorang wanita penyabar sekalipun dapat merasakannya. Emosinya mudah meluap ke permukaan, merupakan salah satu ciri seorang wanita terkena postpartum blues.

Sindrom ini dapat terjadi akibat beratnya beban yang harus dipikulnya dalam satu waktu. Sebab wanita memiliki peran untuk mengasuh si kecil tanpa melupakan tugasnya sebagai seorang istri. Kondisi ini semakin diperparah ketika si kecil terus menerus menangis tanpa alasan jelas, yang berhasil memancing rasa emosi dan lelah.

Ketika emosi mulai tidak terkendali, secara reflek sang ibu akan memarahi si kecil yang tidak kunjung berhenti menangis. Bahkan sang ayah yang merasa bingung dengan perubahan istrinya, karena turut menjadi tempat melampiaskan amarahnya tersebut. Apabila Anda menjumpai ciri syndrome baby blues seperti contoh kasus ini, ada kemungkinan pasangan harus menenangkannya.

Sebab ibu akan bertambah kesal ketika mendapati pasangannya tidak melakukan usaha untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Alhasil emosi semakin meledak ledak hingga tidak dapat dihentikan. Meski menenangkan seorang yang sedang emosi tidaklah mudah, namun pasangan harus berusaha agar kondisi kembali tenang.

Mudah Merasa Bosan dan Lelah

Mudah Merasa Bosan dan Lelah

Sebagai seorang wanita, tentu ada kebanggaan tersendiri ketika mengasuh si kecil dengan tangan dan usahanya sendiri. Mungkin pada awalnya mengasuh si kecil sendirian adalah hal yang menyenangkan dan tidak ingin dilewatkan, namun lambat laun ibu mulai merasa bosan karena aktivitas hariannya tidak berubah sejak kehadiran si kecil.

Selain merawat si kecil mulai dari memandikan hingga menyusuinya, sang ibu harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang entah kapan terus menumpuk dan tidak pernah selesai dikerjakan. Kondisi ini sudah menandakan ciri syndrome baby blues. Tubuh pun mulai kurang beristirahat, karena sebagian waktunya telah dikorbankan untuk mengasuh si kecil.

Tidak jarang pula ibu ikut menangis tersedu ketika tangisan si kecil tidak kunjung reda meski telah melakukan berbagai cara. Tangisan dari sang ibu menyiratkan bahwa dirinya merasa lelah, kesal, dan kecewa yang bercampur aduk hingga akhirnya tumpah lewat air mata. Dalam kondisi tersebut, peran pasangan menjadi obat tersendiri bagi para ibu yang memasuki masa postpartum blues.

Mudah Merasa Malu dan Bersalah

Usai berita kelahiran si kecil diumumkan, kerabat dan keluarga berbondong bondong menjenguk si kecil di rumah bersalin. Namun kondisi ini akan berbeda jauh ketika sudah sampai di rumah, dimana sang ibu harus berusaha mengasuh si kecil secara intens tanpa adanya bantuan orang lain. Meski didera rasa sakit dan lelah tentu ibu tidak boleh melupakan tugasnya.

Permasalahan lainnya kemudian ikut bertumpuk ketika si ibu kesulitan memberikan ASI kepada sang buah hati. Namun di sisi lainnya, sang ibu juga harus memastikan kebutuhan suami telah terpenuhi. Tentu saja menyelesaikan tugas sekaligus bukanlah hal yang mudah dilakukan, terutama jika belum memiliki pengalaman sebelumnya.

Secara tidak langsung, perubahan suasana tersebut membuat si ibu merasa terasingkan dan tidak memiliki sandaran untuk berkeluh kesah ketika mendapati kesulitan dalam mengasuh sang buah hati saat itu juga. Belum lagi tekanan keluarga yang turut ikut campur mengurus si kecil karena merasa lebih berpengalaman. Jika sudah demikian, wajar jika syndrome baby blues mulai menyerang.

Perubahan hormon hingga kelelahan mengasuh si kecil, merupakan secuil penyebab ibu terkena sindrom postpartum blues. Umumnya momen ini terjadi selama minggu pertama pasca bersalin dan dapat menghilang sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun ada pula yang bertahan cukup lama, oleh karena itu penting mengetahui ciri cirinya sejak dini untuk mendapatkan penanganan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *