Bisa Disembuhkan, Kenali Pengertian dan Cara Mengatasi Postpartum Depression

2 min read

Cara Mengatasi Postpartum Depression

Postpartum depression adalah salah satu bentuk depresi, yang dapat terjadi dalam rentang waktu sejak masa kehamilan hingga satu tahun setelah kelahiran anak. gangguan ini bisa muncul tiba tiba, dan dapat berkembang secara perlahan. Istilah satu ini banyak digunakan untuk menggambarkan keluhan pada ibu pasca melahirkan, namun ternyata juga bisa terjadi pada ayah.

Pengertian Postpartum Depression

Postpartum Depression (PPD) atau depresi setelah melahirkan, merupakan kondisi yang dapat muncul pada seseorang mulai dari waktu kehamilan bahkan hingga setahun pasca kelahiran si kecil. Gangguan ini sering digunakan pada wanita setelah melalui proses persalinan, namun salah satu jenis depresi tersebut juga dapat terjadi pada ayah.

Setiap orang tua bisa mengalami postpartum depression, baik itu ibu atau ayah. Meski mereka orangtua kandung, atau bahkan orang tua adopsi. Berdasarkan penelitian, gangguan PPD bisa terjadi pada satu dari tujuh populasi wanita. Dimana postpartum depression adalah gangguan yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena dapat berubah menjadi depresi yang lebih parah.

Kondisi depresi setelah kelahiran ini berbeda dengan baby blues, yang umumnya terjadi dengan gejala yang lebih ringan. Selain itu baby blues memang terjadi hampir pada 80 persen wanita pasca melahirkan. Meski tidak bisa dibilang remeh, namun sindrom baby blues masih dirasa wajar dan ringan dan berada pada tingkat rendah bila dibandingkan dengan PPD.

Untuk baby blues biasanya terjadi pada 7 hingga 14 hari setelah melahirkan, meski sindrom pre baby blues sendiri dapat muncul sejak masa kehamilan. Sementara itu postpartum depression umumnya berlangsung lebih lama, dan memiliki gejala yang lebih parah. Jadi anda patut waspada bila stres yang dirasakan terjadi lebih dari 14 hari atau memberikan dampak besar.

Beberapa gejala yang dapat anda identifikasi dari postpartum depression adalah sering menangis tanpa adanya sebab yang jelas, selalu merasa lemas dan lelah, mengalami insomnia namun cenderung mengantuk di siang hari, sulit berkonsentrasi, tidak tertarik pada hal sekitar, kehilangan minat, sedih berkepanjangan, mudah tersinggung, serta uring uringan,

Bila dilihat secara sepintas, memang gejalanya sangat mirip dengan sindrom baby blues. Oleh karena itu sindrom itu sendiri perlu ditangani dengan cepat, karena bisa jadi merupakan indikasi dari adanya postpartum depression bila terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Beberapa bahkan mengalami gejala berat seperti ingin menyakiti bayinya.

Apabila anda atau pasangan mengalami gejala yang telah disebutkan, maka segera lakukan langkah medis agar tidak berpotensi memicu masalah yang lebih serius. Salah satu orangtua yang depresi bisa membuat pasangan merasa tertekan, serta terjadinya gangguan psikologis dan perilaku seperti hiperaktif atau gangguan makan pada anak anak yang dibesarkan.

Cara Mengatasi Postpartum Depression

Cara Mengatasi Postpartum Depression

Penanganan untuk PPD umumnya memiliki tiga langkah utama. Cara mengatasi postpartum depression yaitu dengan penanganan rumahan. Langkah ini sangat memerlukan dukungan dari pasangan serta seluruh anggota keluarga. Seorang ibu yang mengalami depresi setelah kelahiran harus melakukan beberapa hal untuk meredakan gejala.

Seperti menceritakan kesulitan yang dialami pada pasangan atau keluarga terdekat, rutin berolahraga, menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, sesekali meluangkan waktu sendiri, serta beristirahat secukupnya. Tentu semua hal tersebut bisa dilakukan apabila pasangan dan keluarga memberi dukungan yang penuh.

Langkah kedua yang dapat dilakukan selain penanganan rumahan, yaitu dengan cara terapi psikologis. Terapi psikologis dilakukan dengan tujuan membantu ibu dengan depresi pasca melahirkan, dapat menghadapi rasa putus asa serta mengatasi gangguan yang muncul. Selanjutnya langkah terakhir dari mengatasi postpartum depression adalah pemberian obat obatan.

Obat obatan tersebut diberikan, apabila cara cara yang sebelumnya tidak berhasil. Dengan kata lain cara ini dilakukan untuk ibu yang mengidap PPD dengan tingkat menengah atau parah. Dimana obat yang diberikan sendiri tentunya di bawah pengawasan dokter, untuk meringankan gejala yang muncul. Sehingga ibu dapat menjalani kegiatan sehari hari dengan normal.

Berbagai gangguan yang terjadi setelah melahirkan, baik itu baby blues atau postpartum depression memang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dengan penanganan yang sesuai kondisi, maka pengidap postpartum depression dapat sembuh secara total. Tentunya hal ini tidak terlepas dari dukungan pasangan dan keluarga yang berperan sangat penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *