Apakah Baby Blues Bisa Terjadi Saat Hamil ? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya di Sini

2 min read

Baby Blues Bisa Terjadi Saat Hamil

Fenomena postpartum distress atau yang lebih umum dikenal dengan sebutan baby blues, dialami oleh cukup banyak wanita pasca melahirkan. Bahkan sudah banyak makalah baby blues yang membahas mengenai fenomena tersebut ketika wanita hamil. Tapi mungkinkah sindrom ini terjadi saat hamil ? Berikut gejala dan cara mengatasinya yang wajib anda tahu.

Gejala Baby Blues Saat Hamil

Baby blues syndrome (BBS) sebenarnya merupakan kondisi yang terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Biasanya sindrom ini mulai menimpa kaum perempuan setelah hari ketiga, sampai sekitar satu minggu setelah proses melahirkan. Kondisi tersebut bisa menimbulkan dampak yang buruk, apabila dibiarkan bisa berkepanjangan menjadi depresi.

Ternyata BBS bahkan tidak hanya terjadi setelah melahirkan saja, ibu hamil juga bisa mengalami hal serupa. Mengapa demikian ? Karena sindrom yang memiliki nama ilmiah postpartum distress ini, sangat erat kaitannya dengan perubahan hormon yang terjadi pada masa kehamilan maupun setelah melahirkan. Jadi gejala baby blues tersebut bisa dikenali mulai dari masa kehamilan.

Seperti yang disebutkan pada makalah baby blues, ciri ciri atau gejala yang bisa menjadi peringatan sindrom tersebut yaitu cemas berlebih sejak proses kehamilan. Kecemasan ini biasanya terjadi pada wanita akibat dari perubahan fisik yang dialaminya. Contohnya kondisi belum menerima perubahan berat badan maupun perubahan fisik lainnya, dan lain sebagainya.

Kemudian ciri yang kedua yaitu terjadi kesulitan tidur serta nafsu makan yang berkurang. Baby blues yang terjadi saat hamil bisa sangat mengganggu aktivitas sehari sehari, termasuk juga makan dan tidur. Kondisi psikis yang tengah dialami oleh ibu hamil bisa menjadi pertanda sindrom BBS, yang terkorelasi dengan beberapa perubahan fisik seperti sulit tidur dan nafsu makan berkurang.

Padahal tidur yang tidak berkualitas dan kurangnya waktu istirahat serta asupan nutrisi yang kurang akibat tidak nafsu makan, bisa sangat berpengaruh pada kesiapan seorang wanita dalam menghadapi proses persalinan. Selanjutnya seperti yang disebutkan dalam makalah baby blues, ciri ciri dari sindrom tersebut lainnya yaitu terjadi mood swing dan emosi yang labil. Kondisi tersebut membuat ibu hamil merasakan perasaan cemas, sedih, khawatir, dan mudah tersinggung.

Pasalnya selama masa kehamilan, hormon estrogen serta progesteron di dalam tubuh akan mengalami peningkatan kemudian kadarnya berangsung angsur menurun saat bayi lahir. Naik turunnya hormon tersebut bisa mempengaruhi proses kimia di dalam otak, sehingga bisa memicu timbulnya emosi yang labil atau bahkan depresi.

Penyebab Baby Blues Sebelum Melahirkan

kondisi pernikahan buruk

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab timbulnya BBS bahkan sebelum melahirkan, di antaranya yaitu kondisi pernikahan buruk, mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kurangnya dukungan suami serta keluarga, stres karena pekerjaan, serta masalah hormonal. Hal hal ini bisa menjadi penyebab utama wanita mengalami sindrom tersebut saat hamil.

Pada penelitian yang dipublikasikan oleh BMC Public Health, menyebutkan bahwa hubungan yang buruk dengan pasangan bisa menjadi pemicu kuat stres pada wanita dalam masa kehamilan. Terlebih bila hubungan yang buruk ini dibarengi dengan tindak kekerasan dalam rumah tangga, tentu stres sangat mungkin berujung pada depresi.

Di satu sisi dukungan dari keluarga yang kurang serta tekanan pekerjaan, bisa menambah beban mental yang dirasakan perempuan saat masa kehamilan. Belum lagi perubahan hormon yang membuatnya lebih sulit untuk mengontrol emosi. Oleh sebab itu stres ini membuat seorang wanita menjadi cemas berlebih, menjelang proses melahirkan.

Mengatasi Baby Blues Ketika Hamil

Dalam makalah baby blues, disebutkan terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom tersebut saat masa kehamilan. Nantinya cara mengatasi ini BBS saat masa kehamilan, bisa mencegah sindrom ini muncul pasca melahirkan. Karena kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, maka anda wajib untuk memahami cara mengatasinya.

Cara mengatasi gejala BBS saat hamil, yaitu seperti belajar untuk lebih menenangkan diri melalui latihan pernapasan, istirahat yang cukup, meditasi, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan mengonsumsi makanan bergizi. Dengan begitu stres akan teratasi dengan baik, janin di dalam kandungan pun akan mendapat gizi yang cukup dan proses kelahiran bisa lancar.

Sebagai seorang ibu, anda perlu meningkatkan wawasan diri terkait dengan masa kehamilan dan proses persalinan. Hal ini bisa mengatasi rasa takut dan cemas yang anda rasakan sebelum proses tersebut berlangsung. Anda bisa mengikuti terapi perilaku kognitif, untuk meningkatkan pikiran positif dalam diri dan menjadikan gaya hidup lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *