safety riding

Kampanye Safety Riding

Ketika kamu selesai membaca artikel ini , kemungkinan sudah ada satu orang meninggal akibat kecelakaan. Kaget? Mohon maaf, penulis tidak ada maksud mengecilkan atau tidak berempati pada keluarga korban. Namun, secara kuantitas, jumlah korban bom bunuh diri atau akibat teroris tergolong kecil dibandingkan korban kecelakaan lalu lintas. Hanya saja, blow – up media massa yang luar biasa sehingga pembaca merasa korban sangat banyak.

Resiko kecelakaan di Indonesia sangat tinggi. WHO menyatakan, angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia tertinggi se-Asia (Coconut Singapore, 29 Mei 2016). Faktanya, Indonesia menjadi negara ketiga di Asia di bawah Tiongkok dan India dengan 38.279 total kematian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 2015.

Dari angka tersebut, apabila diambil rata – rata, maka setiap hari ada 105 korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Dalam lingkup yang lebih kecil, setiap lima belas menit, ada satu orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Mengerikan!

Ketika membaca surat kabar atau menonton televisi, bisa dipastikan ada berita kecelakaan lalu – lintas. Baik kecelakaan mobil maupun sepeda motor. Apalagi menjelang mudik atau liburan panjang, maka peluang terjadinya kecelakaan meningkat.

safety riding
(Gambar : paguyubanwestborneo.com)

Berdasarkan data kecelakaan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) antara 2010 – 2016, jika diklasifikasikan faktor – faktor yang menyebabkan kecelakaan ada tiga. Pertama faktor internal, sumber daya manusia itu sendiri, yaitu akibat kelalaian pengendara, seperti : mengantuk, tidak melengkapi dengan pengaman, tidak tertib berlalulintas.

Selanjutnya, faktor alam (force majeur), contohnya: kecelakaan akibat pohon tumbang atau tanah tiba – tiba longsor. Ini susah dihindari karena tak bisa diprediksi. Terakhir adalah faktor eksternal, yang diakibatkan kelalaian pengendara lain, padahal kita sudah berhati – hati dan tertib berlalu-lintas. Faktor sarana dan pra-sarana kurang memadai masuk dalam penyebab eksternal. Untuk faktor terakhir ini, diakibatkan kondisi jalan rusak, penerangan jalan kurang, lalu kurangnya rambu – rambu lalu lintas.

Dilihat dari penyebab kecelakaan di atas, sebenarnya ada faktor yang bisa diminimalkan, yaitu kelalaian manusia. Salah satu upaya dalam mencegah kecelakaan akibat human error bisa dilakukan dengan kampanye berkendara secara aman atau safety riding.

Kondisi ini mendorong Astra mengadakan kampanye safety riding. Di Surabaya, sudah beberapa kali diadakan aktivitas kampanye. Saat kampanye, banyak peserta menanyakan hal – hal sederhana. Ini menunjukkan kalau pengetahuan mereka tentang berkendara secara aman sangat kurang. Kesadaran untuk tertib berlalu-lintas harus timbul dari pengemudi, bukan lagi karena ada razia kepolisian.

Kampanye safety riding perlu lebih sering dilakukan, bukan hanya oleh Astra. Tanggung jawab terhadap nyawa seseorang tidak bisa dibebankan pada salah satu pihak. Seluruh pihak terkait juga harus mau bekerja sama di program ini. Termasuk, menanamkan kesadaran pada orang tua agar tidak mengizinkan anak di bawah umur mengemudikan kendaraan bermotor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *